Posted by : Unknown

 
Gambar hanya ilustrasi. Surga Allah swt. lebih indah dari ini.

Fakir berarti miskin bukan benda duniawi. Oleh karena itu dalam dunia penggiat spiritual seseorang dikatakan fakir, tetapi ia berkelimpahan harta benda. Ia sudah yang sudah menyatakan diri bangkrut. Suatu perusaahn yang bangkrut tidak lagi bisa dituntut untuk membayar hutang-hutangnya.
Dalam Islam istilah fakir telah disalah tafsirkan sebagai seorang yang miskin. Lebih parah lagi dianggap bahwa doa orang miskin akan dikabulkan. Ini yang menurut saya kurang tepat. Yang dikabulkan doanya adalah orang yang telah berserah diri secara utuh alias bangkrut.
Seorang yang miskin bendawi memiliki pamrih saat berdoa. Ia masih dipenuhi oleh emosi nafsu duniawi. Jiwanya belum bersih dari kepemilikan duniawi. Ia belum menyadari bahwa Tuhan tidak bisa eksis dalam hati yang masih dipenuhi ego.

Fakir berarti  seseorang yang tidak lagi memiliki keterikatan duniawi. Ia telah mewakafkan hidupnya untuk sesuatu yang memuliakan jiwanya. Dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan semata ditujukan untuk untuk peningkatan evolusi jiwanya. Ia sadar bahwa dunia sebagai hal yang tidak abadi, selalu berubah.

Fakir berarti tidak mementingkan keinginan yang bersifat bendawi. Ia sadar sepenuhnya bahwa tujuan hidupnya adalah membebaskan pikiran dari keterikatan duniawi. Keinginan yang hanya untuk kepentingan pribadi ia tinggalkan demi sesuatu yang memuliakan jiwa. Ialah penghuni surga..
Surga adalah suatu keadaan yang penuh kebahagiaan. Bahagia berarti bebas dari keinginan. Rumus bahagia adalah keinginan dibagi terpenuhinya keinginan. Jika hasil pembagian lebih besar dari satu, ia akan mengalami penderitaan. Sebaliknya, jika hasilnya kurang dari satu berarti ia bahagia. So, jika menggapai kebahagiaan, kurangi keinginan.

Seorang fakir yang sudah menyatakan diri bangkrut bisa saja seorang yang secara fisik kaya raya, tetapi hatinya tidak lagi memiliki rasa kepemilikan. Oleh karenanya, ia bisa merasakan kebahagiaan sejati, ialah penghuni surga.

Surga yang ia miliki adalah kebebasan terhadap kepemilikan duniawi. Bukan sebagaimana surga yang digambarkan sekarang ini. Surga yang digambarkan orang saat ini masih dipenuhi oleh keinginan bendawi. Semua merupakan cerminan pikiran yang tidak diperoleh di dunia, kemudian dibayangkan bisa dipenuhi saat kematian.

Aneh. Kondisi pikiran yang dipenuhi keinginan duniawi tidak bakalan membebaskan mind nya dari keterikatan. Dengan kata lain, ia dalam kesengsaraan. Orang yang pikirannya menderita dapat dipastikan merasakan penderitaan, inilah neraka.

Pikiran yang sudah bebas dari keterikatan duniawi membuat hidup bahagia. Inilah yang dimaksud dengan nirwana. Nir berarti tidak. Sedangkan wana berarti hutan. Hutan pikiran yang dipenuhi keinginan duniawi.

Ia yang mencapai nirwana berari seseorang yang telah bebas dari keterikatan duniawi. Ia sebagai penghuni surga. Miskin dari keterikatan duniawi.

Sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2013/01/05/penghuni-surga-bukanlah-seorang-miskin-duniawi-521619.html

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

- Copyright © 2013 Asah Pikir™ - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -