- Back to Home »
- Agama »
- Ilmuwan Besar Muslim
Posted by : Unknown
Banyak dinatra kita umat muslim, tidak
banyak mengetahui siapa saja tokoh-tokoh Islam yang banyak berkontribusi
pada khasanah ilmu pengetahuan dunia. Padahal karya mereka, begitu
dihargai di dunia barat sana dan terbilang perintis dalam ilmu
pengetahuan modern. Nah, pada momentum Ramadhan kali ini, tak ada
salahnya kita mengkaji khasanah ensiklopedia dari 5 ilmuwan besar dari
dunia Islam. Berikut ulasannya:
1. Jabir bin Hayyan
Abu Musa Jabir bin Hayyan, atau dikenal
dengan nama Geber di dunia Barat, diperkirakan lahir
di Kuffah, Irak pada tahun 750 dan wafat pada tahun 803. Kontribusi
terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya
dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, pada masa pemerintahan Harun
Ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis
di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi
kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi
kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis
ditemukannya hukum perbandingan tetap.
Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.
2. Imam Syafi’i
Abū ʿAbdullāh Muhammad bin Idrīs
al-Shafiʿī atau Muhammad bin Idris asy-Syafi`i yang akrab dipanggil Imam
Syafi’i adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab
Syafi’i. Imam Syafi’i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia
termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib,
saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad.
Salah satu karangannya adalah “Ar
risalah” buku pertama tentang ushul fiqh dan kitab “Al Umm” yang berisi
madzhab fiqhnya yang baru. Imam Syafi’i adalah seorang mujtahid mutlak,
imam fiqh, hadis, dan ushul. Ia mampu memadukan fiqh ahli Irak dan fiqh
ahli Hijaz. Imam Ahmad berkata tentang Imam Syafi’i,”Beliau adalah orang
yang paling faqih dalam Al Quran dan As Sunnah,” “Tidak seorang pun
yang pernah memegang pena dan tinta (ilmu) melainkan Allah memberinya di
‘leher’ Syafi’i,”. Thasy Kubri mengatakan di Miftahus sa’adah,”Ulama
ahli fiqh, ushul, hadits, bahasa, nahwu, dan disiplin ilmu lainnya
sepakat bahwa Syafi’i memiliki sifat amanah (dipercaya), ‘adaalah
(kredibilitas agama dan moral), zuhud, wara’, takwa, dermawan, tingkah
lakunya yang baik, derajatnya yang tinggi. Orang yang banyak menyebutkan
perjalanan hidupnya saja masih kurang lengkap,”
3. Imam Hambali
Ahmad bin Hanbal adalah seorang
ahli hadits dan teologi Islam. Ia lahir di Marw (saat ini bernama Mary
di Turkmenistan, utara Afganistan dan utara Iran) di kota Baghdad, Irak.
Kunyahnya Abu Abdillah lengkapnya: Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin
Hilal bin Asad Al Marwazi Al Baghdadi/ Ahmad bin Muhammad bin
Hanbal dikenal juga sebagai Imam Hambali. Ahmad bin Hanbal menulis
kitab al-Musnad al-Kabir yang termasuk sebesar-besarnya kitab “Musnad”
dan sebaik baik karangan beliau dan sebaik baik penelitian Hadits. Ia
tidak memasukkan dalam kitabnya selain yang dibutuhkan sebagai hujjah.
Kitab Musnad ini berisi lebih dari 25.000 hadits.
Di antara karya Imam Ahmad adalah
ensiklopedia hadits atau Musnad, disusun oleh anaknya dari ceramah
(kajian-kajian) – kumpulan lebih dari 40 ribu hadits juga Kitab
ash-Salat dan Kitab as-Sunnah.
4. Abu Ḥanifah
Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan
at-Taymi lebih dikenal dengan nama Abū Ḥanīfah, merupakan pendiri
dari Madzhab Yurisprudensi Islam Hanafi.
Abu Hanifah juga merupakan seorang
Tabi’in, generasi setelah Sahabat nabi, karena dia pernah bertemu dengan
salah seorang sahabat bernama Anas bin Malik, dan meriwayatkan hadis
darinya serta sahabat lainnya.
Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh
yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang
berawal dari kesucian (taharah), salat dan seterusnya, yang
kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin
Anas, Imam Syafi’i, Abu Dawud, Bukhari, Muslim dan lainnya.
5. Anas bin Malik
Anas bin Malik bin Nadar
al-Khazraj adalah Sahabat Nabi Muhammad SAW. Anas bin Malik berasal
dari Bani an-Najjar dan merupakan anak dari Ummi Sulaim. Sejak kecil
Beliau melayani keperluan Nabi Muhammad SAW, sehingga selalu bersama
Rasulullah. Dengan selalu bersama Rasulullah, Beliau menghafal
banyak hadist.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Anas bin Malik pergi dan menetap
di Damaskus dan kemudian ke Basrah. Ia mengikuti sejumlah pertempuran
dalam membela Islam. Ia dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW yang
berumur paling panjang.

